Dibanding prostitusi, Judi menjadi hal yang paling dulu ada di masyarakat. Berbicara mengenai Sejarah Perjudian, maka kita harus balik jauh ke belakang. Ada yang pernah mendengar kisah Mahabarata? Pandawa terpaksa di usir keluar istana dan harus mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun, dan 1 tahun menyamar karena kalah judi.

Judi merupakan permainan kuno yang yang digemari oleh banyak orang di seluruh dunia. Di negara Indonesia, diriwayatkan sudah ada sejak kerajaan Majapahit sedang dalam masa jayanya. Namun seiring waktu, judi merupakan sesuatu yang melanggar hukum. Dan bagi pelakunya bisa akan diberikan hukuman, dari denda sampai ancaman penjara.

Namun meskipun dilarang, sejarah perjudian di Indonesia makin hari makin banyak ragamnya. Ancaman hukuman tidak serta merta membuat para petaruh takut, mereka menganggap judi adalah cara cepat untuk memperoleh kekayaan.

Sebelum membahas sejarah judi di Indonesia, kita akan membahas dulu perjudian jaman Romawi kuno. Pada zaman Romawi kuno judi dalam bentuk permainan dadu merupakan hal yang sangat populer. Raja – Raja seperti Nero dan Claudine beranggapan bahwa permainan dadu adalah bagian penting saat dilangsungkan acara kerajaan. Seiring runtuhnya kerajaan Romawi permainan dadu mulai menghilang. Pada saat perang salib di sebuah Benteng Arab bernama Hazart, kegiatan perjudian kembali ditemukan. Kemudian sekitar tahun 1100 bekas serdadu perang salib, memperkenalkan lagi permainan dadu dan hingga akhirnya mulai merebak lagi.

Sabung Ayam atau Adu Jago, Judi tertua di Indonesia

Namun judi di Indonesia bukan dimulai dari kartu atau permainan dadu, namun dengan permainan Sabung Ayam. Sabung Ayam merupakan bentuk permainan judi tradisional dan banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Berbicara mengenai sabung ayam atau bisa disebut dengan adu jago, kita akan teringat cerita tentang Cindelaras. Cerita rakyat ini mengisahkan tentang Cindelaras anak seorang raja dari selirnya yang dibuang ke hutan. Di dalam hutan Cindelaras mempunyai banyak teman hewan dan juga seekor ayam jantan petarung. Bahkan akhirnya Cindelaras bisa mengalahkan ayam petarung milik sang raja yang notabene adalah ayahnya sendiri.

Sabung ayam adalah permainan yang digemari para raja raja terdahulu, tidak hanya pulau Jawa, di kerajaan luar jawa pun, sabung ayam tetap jadi permainan yang disukai.

Sejarah Perjudian Di Indonesia

Permainan kartu mulai memasuki Eropa pada abad ke 14, dibawa oleh para pelancong yang datang dari Cina. Sementara sejarah judi di Indonesia mulai masuk pada abad ke 15, kala itu VOC yang meperkenalkannya. Agar dapat pendapatan yang besar dari rumah – rumah judi, sejak 1620 pemerintah VOC memberi izin pada para Kapitan Tionghoa untuk membuka rumah judi. Beragam permainan ada di rumah judi tersebut seperti judi kartu, dadu dan domino selain itu ada juga permainan sabung ayam, dan juga permainan yang diperkenalkan orang Tionghoa yaitu po dan capjiki.

Souw Beng Kong adalah Kapitan Tionghoa menjabat pada masa itu. Sebagai orang yang bertugas mengawasi rumah judi, Souw Beng Kong mendapatkan 20% hak dari pajak yang ditarik oleh VOC. Kuli dan budak adalah pemain judi mayoritas saat itu. Satu rumah judi membayar sekitar 6000 pound sterling atau 114 juta rupiah kepada VOC tiap bulannya.

Sejarah Judi Lotre

Anda pernah memainkan lotre saat masa kecil? Biasanya aka nada deretan potongan kertas yang di steples dan ada nomor undian di dalamnya. Ternyata permainan Lotere sudah ada sejak dulu. Semakin hari, permainan lotere semakin beragam. Prinsip permainan lotere adalah, dengan modal minim maka kita akan mendapatkan hadiah yang menggiurkan.

Judi Lotere masuk ke Indonesia pada tahun 1960-an. Lotere pada jaman itu setiap daerah berbeda penyebutannya dan permainannya. Di Bandung namanya Toto Raga Pacuan kuda adalah jenis yang dimainkan. Sementara di Jakarta undian lotre diberi nama Toto dan Nalo (Nasional Lotre)

Presiden Soekarno pada tahun 1965 mengeluarkan Keppres. Keppres No 113 Tahun 1965 berisi pernyataan bahwa lotre buntut merusak moral bangsa dan masuk dalam kategori subversi.  Namun saat Orde Baru, permainan judi jenis lotere semakin berkembang. Tahun 1968, Pemda Surabaya mengeluarkan Lotto (Lotre Totalisator) PON Surya dengan maksud untuk menghimpun dana bagi PON VII yang diselenggarakan di Surabaya tahun 1969.

Menteri Sosial Buat Forecast

Setelah TOTO ditutup, tahun 1974 Depsos (kini menjadi kemsos) yang mewakili pemerintah mempunyai ide untuk membuat forecast dengan bentuk undian. Depsos pun melakukan studi banding sampai dua tahun, agar Forecast tidak menimbulkan ekses judi. Sebagai acuan forecast Inggris. Pada awalnya perbandingan yang didapat penyelenggara tebakan, pemerintah, dan hadiah bagi si penebak adalah 40-40-20. Pada 1976 Depsos berencana untuk mengubah pembagian hasil menjadi 50-30-20. Namun rencana itu belum terlaksana, karena Presiden Soeharto masih meminta untuk dipelajari lagi.

Porkas dan Sepakbola Indonesia

Setelah Toto, Forecast, Sejarah Perjudian di Indonesia munculah Porkas – Kupon Berhadiah Sepak Bola. Porkas diresmikan tanggal 28 Desember 1985 dan pada tanggal itu juga mulai diedarkan, dan dijual. Tujuan utama porkas adalah untuk menghimpun dana masyarakat guna menunjang pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga Indonesia. UU No 22 Tahun 1954 yang membahas tentang Undian yang mendasari Porkas lahir, Dalam undang –undang tersebut, disebutkan agar undian yang menghasilkan hadiah tidak menimbulkan berbagai dampak keburukan sosial.

Cara bermain Judi Porkas adalah dengan menebak menang, seri, dan kalah. Jika Toto KONI beredar hingga ke pelosok daerah, Porkas hanya beredar sampai tingkat kabupaten dan dilarang untuk anak-anak di bawah usia 17 tahun. Kupon Porkas mempunyai 14 kolom dan diundi seminggu sekali. Kupon seharga Rp 300 pembeli diharapkan menebak mana yang menang (M), seri (S), dan kalah (K). Penebak tepat 14 pertandingan akan mendapat hadiah Rp 100 juta.

Penarikan pertama Porkas dilakukan pada 11 Januari 1986, hingga akhir Februari 1986, dana bersih yang berhasil dikumpulkan dari Porkas mencapai Rp 1 miliar. Pada pertengahan 1986, penjualan Porkas dilakukan dengan sistem loket. Bulan Oktober 1986, dana Porkas mencapai Rp 11 miliar, dari target awal Rp 13 miliar yang ditetapkan hingga akhir tahun. Dari 11 Miliar yang didapat, KONI Pusat mendapat bagian Rp 1,5 miliar, KONI daerah mendapat Rp 4,5 miliar, PSSI Pusat mendapat Rp 1,4 miliar, Kantor Menpora mendapat Rp 250 juta, Asian Games X Seoul mendapat Rp 250 juta, dan Rp 4 miliar didepositokan sebagai “dana abadi”.

Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah sampai Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB)

Sejarah perjudian di Indonesia kembali berganti. Setelah porkas muncullah Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah (KSOB). Dalam SOB terdiri atas dua kupon, kupon pertama berisi tebakan sepak bola. Bukan lagi tebakan menang-seri-kalah, tetapi juga tebakan skor pertandingan. Kupon kedua berisi tebakan sepak bola dan tebakan huruf.

Dalam kurun waktu setahun, SOB berhasil mendapatkan dana dari masyarakat sebesar Rp 221,2 miliar. Dengan banyaknya dana masyarakat yang didapat anggota dewan dari Fraksi Karya Pembangunan dan Fraksi Persatuan Pembangunan menyatakan keberatan, karena itu bisa mempengaruhi kehidupan perekonomian daerah. Pada pertengahan 1988 KSOB dan TSSB berhasil meraup dana Rp 962,4 miliar. Dan akhirnya di stop pada awal tahun 1989 dan diganti dengan permainan baru bernama Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB). SDSB punya dua jenis kupon; Kupon A dengan harga Rp 5.000 berpeluang mendapatkan hadiah Rp 1 miliar, dan Kupon B dengan harga Rp 1.000 bisa mendapatkan hadiah Rp 3,6 juta.

Cara bermain SDSB adalah dengan menebak angka,pembeli kupon diharuskan menebak 7 angka acak yang akan keluar. Tidak perlu harus cocok 7 angka, tapi dengan cocok 2 angka depan dan terakhir saja sudah bisa mendapat hadiah uang. Dikarenakan adanya demo mahasiswa, pada November 1993 pemerintah mencabut dan membatalkan izin untuk SDSB.

Petak Sembilan dan Sejarah Perjudian Jakarta

Daerah petak Sembilan punya peranan penting dalam sejarah judi di Indonesia khususnya Jakarta. Di era gubernur Ali Sadikin, di Petak Sembilan ada Casino yang dilegalkan. Selain petak Sembilan, ada juga casino di ancol, Djakarta Theatre dan Proyek Senen.

Dengan landasan hukum. UU No. 11 tahun 1959 yaitu tentang Peraturan Pajak Daerah, Ali Sadikin merasa bahwa pemerintah daerah bisa memungut pajak atas izin perjudian. Menurutnya DKI Jakarta saat itu sangat butuh dana untuk membangun jalan dan fasilitas umum. Bahkan saking kesalnya, Ali sadikin pernah meminta orang – orang yang menolak perjudian itu membeli helikopter saja, karena jalan-jalan di Jakarta dibangun dari hasil pajak judi. Pada era gubernur Gubernur Tjokropranolo, tepatnya April 1981, Kasino yang ada di Jakarta ditutup untuk selamanya.

Judi Online di Indonesia

Setelah dilarang, perjudian di Indonesia tak serta merta mati. Dengan semakin canggihnya teknologi, perjudian pun memasuki era online. Kamu pasti sudah sering mendengar beragam situs judi online yang bisa dimainkan di Indonesia. Dengan judi online kita bisa bermain langsung lewat komputer maupun handphone dengan terkoneksi ke sambungan internet.

Dalam 10 terakhir ini judi online semakin populer di Indonesia. Banyaknya jenis perjudian membuat judi online makin digemari. Di judi online kamu bisa menemui permainan dari togel, poker, domino, hingga taruhan olahraga lain. Demikian tadi cerita tentang sejarah perjudian di Indonesia. Buat kamu yang suka judi online, jangan lupa bermain di situs kami karena ada banyak promo yang bisa kamu ikuti.